Tampilkan postingan dengan label NASIONAL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NASIONAL. Tampilkan semua postingan
Rabu, 30 November 2016

Program Michael Tjandra Luar biasa

0 komentar
                



   Kemarin tanggal 24-11-2016. Alhamdulilah bisa hadir sebagai salah satu tamu undangan dalam program Michael Tjandra Luar Biasa yang digelar oleh RTV. Dalam acara itu, saya juga bertemu dengan owner angkot pustaka dari bandung. Sebelum acara dimulai, saya ngobrol dengan pemilik angkot Pustaka diluar studio yang bertempat di kampus IBN ( institut Bisnis Nusantara) jalan DI Panjaitan kav 24 bypass Cawang , dekat kebon nanas. Obrolan saya seputar bagaimana kegiatan angkot pustaka di wilayahnya dan bagaimana dia kepikiran untuk bisa menaruh buku-buku di dalam angkotnya.















   Sebenarnya isteri saya yang punya gagasan untuk menaruh buku-buku di angkot, karena dia Pustakawan di sekolah dan memiliki pengalaman menebarkan buku-buku di daerah kami tuturnya. Tidak hanya itu, dia juga menuturkan bahwa dia juga canggung ketika pertama kali angkot pustaka itu membawa buku. Terkait rasa canggung, saya juga mengalami, ketika membawa buku-buku di gerobak jamu timpal saya. Dia juga tidak menyangka jika kegiatannya akhirnya bisa menjadi perhatian banyak media untuk meliputnya.


    Tidak hanya angkot pustaka, dalam acara itu, saya juga ketemu dengan Kang Maman Suherman yang juga diundang untuk jadi salah satu bintang tamu. Dan luar biasa juga karena hadirnya pengurus yayasan 1001 Buku, pengurus One Indonesia dan ketua Yayasan Pengembangan Perpustakaan Indonesia. Hadir juga dalam acara itu bang Andy dari Penerbit Rose Book. Acara yang dihadiri orang-orang keren seperti merekalah, yang bagi saya sungguh sangat luarbiasa, sesuai dengan taglinnya. 


   Selepas mengobrol dengan pemilik angkot Pustaka, acara dimulai. Seperti biasa seperti acara-acara keren lainnya. Program talkshow membuat saya rada grogi gimana gitu. Tapi Alhamdulilah, saya bisa menguasai demam panggung seperti ini, dalam hati, ahh sudah sering gak boleh gugup. Itulah sedikit cerita dalam acara tersebut, dan acara ditutup dengan seremonial serah terima buku.
      
Read more...
Selasa, 13 September 2016

Kick Andy bersama Fauzi Baim

0 komentar
   



Kita muda kita peduli, itulah yang menjadi tema utama dalam acara Kick Andy di Upn Yogyakarta kemarin tanggal 9 Sepetember 2016. Dalam acara tersebut kebetulan saya di undang sebagai salah satu narasumber. Alhamdulilah, saya sangat bersyukur dan senang bisa berada diatas panggung bersama nara sumber lainnya Chiki fawzi dan Shaggy Dog.









   
  Sehari sebelum acara dimulai, seperti acara lainnya harus latihan terlebih dahulu atau pengarahan seputar tempat duduk dan prosesi acara. Ini tidak hanya berlaku bagi saya, tapi juga berlaku bagi narasumber lainnya. Mereka sungguh tampak semangat dalam melantunkan lagu-lagunya, kebetulan mereka berdua adalah penyanyi.


Dag dig dug sudahlah pasti, pas prosesi latihan motor yang biasa aku gunakan untuk jualan, lengkap dengan gerobak jamunya harus naik diatas panggung. Dengan sedikit tanjakan kutancapkan gas dan berulang kali turun naik panggung. Ini hanya untuk memperlancar supaya besoknya bisa langsung naik tanpa ada kendala. Cemas sudahlah pasti, karena saat latihan yang kedua, speda motorku hampir jatuh. Ohhh tuhan  betapa malunya besok kalau sampai pas diliahatin banyak orang, jatuh diatas panggung. Masih tetap latihan berulang-ulang hingga benar-benar yakin esok pasti bisa naik diatas panggung.




   

Setelah latihan naik diatas panggung dengan motor, disambung dengan cek suara. Ternyata ribet juga. Maklumlah ini baru pengalaman pertama tampil diacara yang super. Dan latihan ini, ternyata tidaklah sebentar karena butuh waktu sekitar dua jam, dimana masing-masing pemateri harus bisa mendengar suara yang lainnya.



Jum'at 9 September 2016 acara Kick andy telah ramai pengunjung. Kulihat dari belakang kelambu hitam yang menjadi penutup antara audien dan para pemateri telah banyak bangku yang sudah terisi. Cemas dan senang bercampur jadi satu. Betapa tidak, bisa berdiri dipangung yang cukup megah ini, tapi cemasnya bagaimana nanti ketika naik, sementara motorku menanggung beban sekitar 50 kg jamu.

Ahh sudahlah santai saja, anggap ini dunia glamor yang dimana kita menjual kesenangan dan menyenangkan publik. Santai dan kutenangkan segala kegugupanku. Greng-greng greng suara sepeda motorku dari balik kelambu, dan kameramen menyoroti dari belakang gerobak jamuku. 



Melesat menuju atas panggung seperti laiknya anak panah yang di lepaskan oleh empunya. Alhamdulilah jamu dan diriku mendarat  diatas pangung dengan aman. Mataku terbelalak melihat audiens yang entah berapa jumlahnya. Kutenangkan jantung yang berdebar-debar, kucoba menguasai diriku diatas pangung agar tidak kelihatan grogi dan culun. Santai rileks dan kujawab semua pertanyaan bang andy dengan sedikit bercanda. Alhamdulilah, bang andy memberikan apresiasi dengan memberikan uang sebesar 25 juta yang di sponsori oleh salah satu perusahaan cat. Alhamdulilah, acara selesai dan diriku sudah bisa santai. 
#SALAMINSPIRASI

   

     

Daftar sekarang untuk mewujudkan kepedulian anda
Read more...
Sabtu, 20 Agustus 2016

warga sidoarjo terima nugra jasadarma pustaloka 2016

0 komentar
    Peringatan HUT Proklamasi ke-71 Kemerdekaan RI tahun 2016 ini merupakan kado manis bagi Muhammad Fauzi atau yang akrabnya lebih sering dipanggil Fauzi Baim. Pasalnya, hal ini bersamaan dengan diraihnya penghargaan Nugra Jasadarma Pustaloka tahun 2016 dengan kategori Tokoh masyarakat yang peduli terhadap pengembangan perpustakaan dan kegemaran membaca dari Perpustakaan Nasional RI.


    Seperti yang tertulis sebelumnya Muhammad fauzi juga menjadi juara satu dalam event yang digelar oleh gramedia. Fauzi menuturkan, bulan ini adalah bulan kemerdekaan baginya, dua penghargaan diraihnya dalam satu bulan. Adapun penyerahan penghargaan Nugra jasadarma pustaloka diserahkan pada Selasa, 16 Agustus 2016 pukul 18.30 Wib di Balai Kartini – Jakarta Pusat. 
    Nugra Jasadarma Pustaloka merupakan bentuk penghargaan tertinggi yang diberikan Perpustakaan Nasional kepada pihak-pihak yang dinilai telah berkontribusi besar bagi pengembangan perpustakaan dan minat baca di daerahnya. Diantaranya adalah kategori koleksi deposit terbaik, bercerita tingkat SD/MI nasional, Pustakawan berprestasi tingkat nasional, perpustakaan umum kabupaten/kota terbaik nasional. Kategori media, kategori masyarakat, tokoh masyarakat dan lifetime achievement.


    Lelaki yang kesehariannya berprofesi sebagai penjual jamu ini, merasa sangat beruntung bisa mendapatkan anugrah ini. Karena sebelumnya Fauzi tidak pernah menyangka jika bisa mendapatkan anugrah dari perpusnas. Mengingat  profesinya hanya sebagai penjual jamu keliling dan membawa puluhan buku untuk dijajakan gratis dimasyarakat sekitar daerahnya. Memang lelaki ini layak untuk di apresiasi, betapa tidak, diluar aktifitasnya berjualan jamu. Di rumahnya Fauzi juga mendirikan Perpustakaan, Tpq, dan sekolah Paud, Tk dan Sd Islam gratis untuk siapapun yang mau memanfaatkan program yang digagasnya.

    Perpustakaan yang digagasnya semenjak tahun 2011 dan diresmikan oleh kepala kantor Perpustakaan Dan Arsip kabupaten Sidoarjo pada tahun 2012 ini telah menciptakan berbagai macam inovasi yang memberikan kemanfaatan nyata bagi masyarakat. Adapun program yang menjadi andalan Fauzi yaitu BMWK atau buku masuk warung kopi dan STABATU stasiun baca tulis. Harapannya dua program andalan ini bisa meningkatkan literasi di masyarakat sidoarjo pungkasnya.
    Adapun apresiasi yang didapat Fauzi dari kabupaten sidoarjo yaitu menjadi pemenang juara satu untuk kategori perpustakaan desa terbaik thn 2015. Untuk kegiatannya selama ini Fauzi selalu mensinergikan program perpustakaan yang dikelolanya dengan pemerintah setempat yaitu kepala kantor perpustakaan dan arsip kabupaten Sidoarjo juga berbagai pihak yang mau terlibat dalam peningkatan budaya baca.
Fauzi berharap anugrah ini bisa menjadi pintu awal guna melebarkan sayap yang bisa membentuk jaringan dengan belbagai pihak yang lebih luas lagi. 
Read more...
Rabu, 15 Juni 2016

MENTERI PENDIDKAN

0 komentar
29 Mei 2016, alhamdulilah bisa terfasilitasi untuk bisa ngobrol dengan menteri pendidikan. Walau hanya sekitar 10 menit, namun sangat berkesan dan berarti bagi saya.















TERIMAKASIH PAK.
Read more...
Minggu, 20 Maret 2016

LITERASI BERSAMA SURYA

0 komentar
Reportase : Aulia Nur Sahlina
Mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Airlangga Surabaya
APA yang ada di pikiran ketika mendengar kata literasi? Banyak yang beranggapan literasi itu hal yang membosankan dan tak perlu diperhatikan terlalu dalam.
Modernisasi yang menawarkan segalanya serba mudah dan instan, menyisipkan dampak yang membawa masyarakat menuju pemikiran serba instan sekaligus menggiring pada keengganan untuk membaca. Padahal, kita tidak bisa menulis tanpa membaca, dan tidak bisa membaca tanpa adanya tulisan.
Idealnya, dengan teknologi bisa dimanfaatkan maksimal untuk semakin menggiatkan aktivitas literasi, mengingatkan betapa banyaknya manfaatnya berliterasi.

Inilah salah satu alasan yang melatari Harian Surya mengadakan sharing bersama jurnalisme warga (Citizen Reporter), Sabtu, 19 Maret 2016 di Kantor Harian Surya  Surabaya, bersama mahasiswa dan anggota Taman Ilmu Masyarakat (TIM) Sidoarjo.
Sharing kali ini yang dipandu Adi Sasono, manajer liputan Harian Surya dan Tri Hatma, editor rubrik Citizen Reporter Harian Surya, menitikberatkan pada apa yang harus dilakukan agar menjadi penulis yang baik dan menulis yang baik agar mudah dipahami pembaca.
Antusiasme ditunjukkan peserta dengan mengajukan pertanyaan seputar EYD, netralitas jurnalis, editorial, membuat tulisan yang baik dan menarik, jika ide buntu, dan masih banyak lagi. Salah satu peserta, Firosa Faizati, menyarankan agar acara seperti ini lebih sering diadakan dengan agenda yang lebih intensif lagi. Misalnya, peserta diajak membuat tulisan dengan tema-tema tertentu.
Testimoni manfaat literasi disampaikan Evie Suryani, penulis, pegiat dan pengajar literasi ini juga berbagi tip menulis dan menarik manfaat dari menulis. Pun Fauzi Baim, penulis otodidak yang ulet dan setia berliterasi.
Pengakuan lain dipaparkan Rahadian Bagus Priyambodo, reporter Harian Surya yang bisa terbang ke Frankurt Book Fair 2015 gara-gara berliterasi.
“Karena berliterasi itu tak mengenal kasta, siapa saja bisa menulis apa saja,” yakin Evie Suryani, yang ikut serius menyemangati peserta untuk tidak pernah menyerah menulis.
Usai rehat salat dan makan, panitia memberi kesempatan peserta untuk mengambil tiga buku per orang. Tak tanggung-tanggung, doorprize berupa tiket nonton gratis di bioskop Tunjungan 21 Surabaya dan menginap di Hotel Sahid, Surabaya.
Wow, sungguh sabtu seru belajar literasi bersama Harian Surya...
Sumber harian surya.
Read more...
Senin, 23 November 2015

UMK

0 komentar
Berbicara mengenai UMK, kemarin telah resmi diumumkan tentang upah minimum untuk wilayah Jawa timur oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo di Surabaya pada Sabtu (21/11/2015) dini hari. Dari situ bisa diketahui untuk besaran upah minimum kabupaten/kota (UMK) untuk 38 kabupaten/kota yang berlaku per 1 Januari 2016. Peresmian besaran nilai UMP itu tertuang melalui Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 68 Tahun 2015 tentang Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) di Jawa Timur Tahun 2016 tertanggal 20 November 2015. 

       Adapun (UMK) tertinggi adalah Kota Surabaya sebesar Rp 3.045.000, diikuti Kabupaten Gresik Rp 3.042.500, Kabupaten Sidoarjo Rp 3.040.000, Kabupaten Pasuruan Rp 3.037.500, serta Kabupaten Mojokerto Rp 3.030.000. Di susul dengan ( UMK) Kabupaten lain yang nilainya semakin kecil.

       Gaung demonstrasi sudah tidak terdengar keras lagi setelah diumumkannya nilai UMK tersebut. Hal ini berbeda dengan suasana ketika jauh hari sebelum ditentukannya nilai UMK, dimana banyak kaum buruh yang menuntut nilai UMK yang lebih besar. Mungkin, kaum buruh sudah merasa puas dengan ketetapan Gubernur Jawa timur Soekarwo tersebut. Sehingga para kaum buruh sudah tidak mengadakan demo dengan gelombang besar untuk menuntut nilai UMK yang lebih besar lagi.

    Diluar konteks yang saya sebutkan diatas “UMK” namun masih tetap berhubungan dengan gaji, yaitu perihal insentif untuk pengelola Perpustakaan Desa. Selama ini para pengelola Perpustakaan hanya sebatas dianggap relawan yang dimana mereka hanya mendapatkan insentif yang nilainya jauh lebih kecil dari UMK yang ada di wilayah Jawa Timur.

     Untuk besaran insentif para Pengelola Perpustakaan desa, besarannya berbeda-beda yaitu tergantung pada kebijakan masing-masing kepala Desa. Adapun insentif yang ada diwilayah Sidoarjo, masih ada pengelola Perpustakaan yang insentifnya tidak lebih dari 200 ribu. Dan selama ini mereka tidak mampu untuk menyuarakan keinginan mereka guna mendapatkan insentif yang lebih layak lagi. Karena mereka juga tidak tahu harus kemanakah mereka berorasi dan berunjuk rasa seperti kaum buruh yang menuntut kenaikan UMK.

      Perihal insentif, seharusnya ada aturan yang jelas minimal nominalnya sama dimasing-masing wilayah kabupaten seperti halnya UMK. Karena mereka bisa dikatakan bekerja mencerdaskan masyarakat melalui buku dan kegiatan lain yang mereka berikan melalui perpustakaan. Namun alangkah naifnya jika anda tahu, bahwa insentif mereka rata-rata begitu kecil. Apakah yang demikian itu layak untuk biaya hidup?. Tentunya tidak, namun mereka tak mampu menuntut. Karena mereka sendiri tidak tahu harus demo kemana dan pada siapa.

Para Pengelola Perpustakaan ini hanya bisa pasrah dan menerima apa yang telah diberikan oleh Pemerinatah Desa melalui ADD. Walau nilainya sangat kecil dan sangat jauh dari kata layak akan tetapi dengan iming-iming mendapatkan ‘’KMS’’ Kartu Menuju Surga para pengelola ini masih tetap menjalankan tugasnya dengan baik. Tapi apakah benar sudah minim sekali kepedulian dari pemutus kebijakan yang mengatur perihal insentif ini. Minimal memberikan insentif setengah dari UMK itu dah bagus menurut saya.

Adapun salah satu faktor tidak berkembangnya perpustakaan desa  bisa dikatakan karena kecilnya insentif yang diberikan Pemerintah desa kepada pengelola Perpustakaan. Para pengelola ini juga terkadang menilai menjadi pengelola hanya semacam kegiatan sosial biasa, yang membutuhkan keihklasan tinggi. Bahkan tak jarang pengelola perpustakaan yang ada di desa sering berganti orang yang mengelola, karena pengelola sebelumnya harus mencari pekerjaan yang lebih layak dari segi gaji.

Sungguh sangat ironis sekali, disaat pemerintah gembar-gembor menyuarakan budaya literasi dan peningkatan minat baca. Tapi para pengelola didalamnya tidak ada perhatian dari segi insentif. Saya yakin walau insentifnya kecil, atau tidak ada sekalipun, pengembangan budaya baca masih tetap bisa berjalan karena mereka tulus mengembangkan budaya baca. Tapi saya yakin pula bahwa ketika para pengelola mendapatkan insentif layak, maka kinerja mereka akan lebih maksimal lagi, karena mereka sudah tidak lagi terbebani memikirkan cara mencari untuk pemenuhan kebutuhan hidup. Karena mereka sudah mendapatkan insentif layak, jadi mereka bisa lebih fokus dalam kegiatan pengembangan budaya baca.

Untuk masalah insentif pengelola Perpustakaan, kota Surabaya bisa dijadikan rujukan. Karena Surabaya satu-satunya kota yang memberikan insentif layak yaitu besarannya sesuai dengan UMK Surabaya. Jika memang daerah lain belum mampu sama, setidaknya besarannya juga sama dengan mengacu pada UMK masing-masing daerah. Saya yakin, jika memang Surabaya bisa, maka tidak menutup kemungkinan daerah lain juga bisa sesuai dengan batas kemampuan masing-masing daerah.

Tapi yang saya temui realitanya, masih belum ada daerah diluar Surabaya yang bisa memberikan setengahnya saja dari UMK masing-masing wilayah untuk insentif para pengelola  Perpustakaan desa. Dan inilah yang sering menjadi pertanyaan kami para pengelola Perpustakaan desa, apakah memang betul daerah kita tidak mampu menggaji kita dari setengahnya UMK saja, ataukah sudah tidak peduli pada gerakan pengembangan budaya baca dan lebih menjadikan Perpustakaan sebagai pelengkap program pemerintah semata.
Read more...
Jumat, 23 Oktober 2015

KORUPTOR

0 komentar
KORUPTOR KEKASIH TUHAN
Sinopsis :

Handoyo adalah pengawai negeri dengan gaji pas-pasan, mengkorupsi uang negara semula ingin membahagiakan keluarganya. Namun terjadi sebaliknya, keluarga dan anak-anaknya berantakan. Untung Handoyo mulai sadar, namun baru ada niat, akan bertaubat, Handoyo lebih dulu dijemput oleh-Nya.

______
@
















RUMAH HANDOYO






      Di ruangan yang kelihatan mewah itu tampak Sri ayu wulandari sedang membuka dan membongkar barang belanjaannya  sepulang dari Mall yang seabrek. Hari itu srie habis belanja baju, sepatu, tas, dan aneka kebutuhan lainnya. Kemudian salah satu bajunya sedang dicoba depan kaca rias berikut perhiasan emas berlian yang sungguh mewah. Sementara Handoyo duduk sambil membaca Koran . Kopi sebagai pemanis dan kue camilan sebagai pelangkap yang disajikan simbok juga ada dan siap dilahap oleh handoyo.

HANDOYO

Srie menurutmu bagaimana kalo tiba-tiba suamimu ini mengaku kalo aku seorang koruptor?

SRI

Dengan wajah ketus namun tetep ayu karena mak’up yang tebal.  srie menjawab pertanyaan handoyo tanpa memandang ….apa kata orang kampung sini...kalo kamu ngaku koruptor...gak usah malu-maluin  biar gini saja enak kok ngapain pake buat pengakuan segala.

 Pertanyaan itu dianggap srie hanya bualan gak penting dan dia masih sibuk mencoba mengenakan aneka barang yang yang tadi  dibelinya.

HANDOYO

Dari pada begini terus Sri...!

SRI

Dari pada begini terus gimana?...apa sudah mikir?... kalo kamu ngaku koruptor! Apa jadinya keluarga kita nantinya? Dia menjawab sambil merapikan bajunya di depan cermin.

HANDOYO

Yang pasti ...kita akan malu srie....

SRI

kalo kita malu itu sudah biasa…tetangga kita rumahnya pada dibangun... dulu rumah kita gitu-gitu terus saja......tetangga punya TV besar….dulu Tv kita tetap jadul... tetangga kita punya mobil... dulu kita hanya ngenes kapan ya punya mobil.... jadi malu itu sudah makanan kita sehari-hari ....tapi kalo nanti sampai harta kita disita negara... itu tidak sekedar malu...ingat!!!...aku gak mau jadi orang miskin lagi. Aku dah bosan hidup susah mas, pokoe gak usah, hidup sekarang lebih baik. kita kaya. Mas hanya perlu melakukan seperti biasa, kerja saja dan lakukan apa yang bisa dilakukan untuk dapat uang, itu baru tujuan hidup.

HANDOYO

Ya gimana lagi...resiko Sri..

SRI

Resiko...resiko...itu namanya konyol... tahu....

HANDOYO

Lalu aku harus gimana Sri?... aku gak kuat kalo seperti ini terus, bayangan dosa merasuki pikiranku srie.

SRI

Gini kalo sampai ketahuan...tiru saja para koruptor di tipi-tipi itu... cari pengacara yang handal....biar semua diurus dan mas bisa bebas...gampang kan?

HANDOYO

Iya kalo bisa bebas? kalo aku ditahan?....

SRI

jangan khawatir.... saya jenguk nanti....

HANDOYO

tapi aku malu Sri...

SRI

Gitu saja malu....tu lihat koruptor di tipi-tipi itu... nilainya jauh lebih besar...kamu itu belum ada apa-apanya mas! Jika dibandingkan dengan mereka. Lihatlah mereka masih bisa tersenyum...masih bisa da..da..da..di…di… di depan orang banyak... tunjukkan bahwa kita orang yang ga salah sedikitpun.....kok malah mau ngaku gimana itu....mikir...jadi koruptor kok ga profesional....dengan muka kecut keluar kamar menutup pintu dengan keras tanpa mau memperdulikan keinginan handoyo suaminya.











PINGGIRAN SUNGAI YANG DI KELILINGI PEPOHONAN RINDANG


 






     Sementara itu Handoyo tampak sedih duduk termenung sendirian di  tepi sungai dan di balik sorot memerah sinar matahari sore hari yang akan tenggelam di ufuk barat. Handoyo tak tau harus melakukan apa, melamun dan linglung dalam kesenyapan sore yang dijemput petang.

    Wajahnya menunjukkan bahwa dia sedang mengalami depresi karena  pergulatan batin yang sangat berat. Dimana dia ingin mengakui segala perbuatan dosa yang sudah dia lakukan, namun dia juga belum sanggup melawan keinginan istri yang dicintainya itu.

     Pergulatan terus berlanjut beberapa hari sehingga akal warasnya sudah tidak lagi bisa digunakan untuk memikirkan hal-hal sepele sekalipun. Sementara srie masih berangapan bahwa handoyo masih baik-baik saja, dia hanya butuh istirahat dan pasti sehat seperti sedia kala.

     Merah berubah manjadi gelap. Handoyo memutuskan pulang untuk istirahat dan menenangkan diri dirumah. Dengan mobil avanza dia melajukan kendaraannya dengan cepat, tanpa peduli apa yang ada disamping kanan kiri sepanjang perjalanannya.

     Tak berselang lama handoyo sudah sampai dirumah seperti biasa. Namun wajah lelahnya masih melekatat bak baju kusut yang belum disetrika.

    Tubuh yang dulu telikas dan bisa cepat, kini sudah tak bisa diajak kompromi, pikiran dan tubuh dia sudah tak lagi mampu komunikasi dengan baik.

   Gerakan dan semangat hidupnya sudah kendor semua. Apa yang dia inginkan tak disetujui istri tercintanya. Dan pergulatan itu tak mampu dia keluarkan dari medan pertempuran yang semakin sengit dan membabi buta.




















TEMPAT PRAKTIK DOKTER JIWA












    Siang itu menggunakan mobil inova handoyo bersama istrinya pergi kesalah satu dokter jiwa untuk memeriksakan keadaan handoyo yang kian hari kian buruk. Tanpa pernah berkata sepatahpun handoyo menuruti semua perkataan istrinya. Sementara itu,srie yang mengemudikan mobil masih ngomel-ngomel sendiri mengutuk keadaan handoyo yang kian terpuruk.

     Perjalanan sekitar 15 menit sampailah kesalah satu dokter yang direkomendasikan oleh teman srie. Tampak Handoyo duduk di depan ruangan dokter jiwa dengan didampingi oleh istrinya.

   Perawat memangil no urut 23 untuk dipersilahkan masuk. Sementara srie dengan keras menarik tangan handoyo yang sedari tadi duduk  di depan ruang praktik dokter muhlis iskandar.

    Sementara itu dokter iskandar memeriksa keadaan handoyo yang sudah tiduran di tempat pasien diperiksa.  Pandangan handoyo masih kosong menatap langit-langit ruangan yang hanya terdapat lampu Philip 28 wat.

SRI…Bagaimana keadaan suami saya dok?

DOKTER
Suami ibu ini hanya kena depresi ringan saja ndak usah dikhawatirkan, harus banyak istirahat dan tidak boleh terlalu banyak yang dipikirkan. Dan untuk sementara tidak boleh untuk bekerja serta memikirkan hal-hal yang berat.

SRI

      Ohh…jadi maaf belum sampai gini kan dok meragakan jarinya di keningnya sebagai tanda kalau handoyo sudah gila. Melihat ekspresi srie, handoyo langsung menoleh kewajah srie yang menganggapnya sudah gila. Sementara dalam pikiran handoyo berfikir kok sebegitu teganya istri yang disayanginya menganggap dirinya sudah gila. Handoyo merasa hidupnya semakin tak berarti lagi dan perlakuan sri semakin membuatnya putus asa.

DOKTER

Belum masih jauh..suami ibu ini hanya kena depresi ringan saja (sambil menulis resep).... mungkin karena ada masalah besar di Kantor yang sedang ia pikirkan. Ini resep segera dibelikan obat. Minum sesuai anjuran. Muda-mudahan cepat sembuh. Dengan cacatan tolong ibu juga harus segera membawa suami ibu ke psikolog ya.... biar satu per satu terurai apa yang menjadi beban pemikiran suami ibu..gitu ya !

SRI

ya dok... terimaksih.

Mereka lalu berdiri dan berjabat tangan. Dan handoyo pun turun dari tempat pembaringan dokter iskandar. Lalu mereka pergi dari tempat yang dianggap sri bisa memberikan solusi untuk kesehatan handoyo.



























JALAN RAYA KERAMAIAN KOTA

















   Tampak keramaian kota. Handoyo yang berjalan-jalan membawa mobil sendirian untuk mencari ketenangan. Di dalam mobil Handoyo mengemudikan mobil dengan  sedih dan terkadang mengerem mendadak, nyaris menubruk kendaraan yang lain karena kurang konsentrasi.

     Dan sesaat kemudian Handoyo menepikan mobilnya di pinggir jalan. Karena takut konsentrasinya masih tergangu dan dia coba untuk menenangkan diri sesaat.
  
    Selepas itu handoyo kembali melanjutkan perjalanan dengan harapan agar bisa sampai dirumah dengan cepat.

     Di dalam mobil ia batuk-batuk kesakitan sambil menekan dadanya. Tetapi handoyo tetap meneruskan mengemudikankendaraannya dengan terpaksa. Mungkin, sakit jantungnya kambuh. Batuknya mengeluarkan sedikit gumpalan darah di tangannya dan itu berulang kali selama diperjalanan. Ia coba untuk tarik nafas dalam-dalam sambil bersandar di jok mobilnya dengan santai namun tetap konsentrasi kedepan.

   Setelah merasa agak mendingan handoyo melajukan mobilnya dengan cepat untuk bisa kembali pulang kerumah. Sementara mobil melaju dengan hati-hati namun cepat, tak terasa langit sudah gelap. Sesamapai dirumah handoyo berharap bisa langsung rebahan dikamar dan ada air hangat yang disediakan istrinya. Tapi itu semua tak ia temui ketika tiba dirumah.

    Melepas sepatu diruang tamu dan menaruh tas kerjanya diitempat seperti biasa yaitu almari. Lalu handoyo mengambil air putih dan langsung beristirahat tanpa mengganti pakaiaannya terlebih dahulu.
  
     Handoyopun langsung terlelap dipembaringan empuk itu, dan tiada yang tau apa yang ada dalam mimpi tidurnya. Semua berjalan dengan kehendak sang pencipta.




















RUMAH KARAOKE
















     Di dalam karaoke ada Sri ayu wulandari dengan laki-laki selingkuhannya, Hermanto. Sementara itu  sebuah lagu telah selesei di nyanyikan dan sesaat kemudian selingkuhan srie itu mencoba mengajak untuk menyanyi bareng..

HERMANTO

 Ayo sayang...nyanyi bareng yuk...

SRI

lagi males nih...

HERMANTO

lo ada apa sayang?.....

SRI

aku sedih..

HERMANTO

Sedih? Kenapa?...


SRI

suamiku…mas handoyo.

HERMANTO

lo sekarang kan sudah ada aku gak usah dipikirin...kita happy saja yuk?

SRI
Ini masalah pelik...!

HERMANTO

Masalah apa lagi? Ayolah sayang kita hepy gak usah dibawa kesini donk masalahe.

SRI

Suamiku katanya mau ngaku kalo ia selama ini telah menggunakan uang negara untuk kepentingan pribadi, gila gak? Bisa kere aku kalo dia sampai ngaku.

HERMANTO

gampang...

SRI

kamu punya ide.? wajahnya tiba-tiba berseri berharap ada solusi dari hermanto.

HERMANTO

Ada dong hermanto gituloh. Gini caranya bawa saja suamimu ke dokter jiwa...

SRI

sudah...

HERMANTO

ohya....lalu apa kata dokter..

SRI

katanya..dia hanya depresi ringan...

HERMANTO

oke...oke...aku punya ide lagi...gimana kalo ….sembari tersenyum manis menghadap sri.

SRI
kalo apa...dengan raut penasaran

HERMANTO

suamimu kita bunuh saja.....!

SRI

Hemm . kamu jangan bodoh.. konyol dan lebih gila itu namanya.

HERMANTO

Lebih konyol mana kalo dia ngaku...kemudian hartamu disita....emm.. bayangin coba.

SRI

Iya juga sih...tapi jangan main bunuh lah....

HERMANTO

Terus mau apa lagi....ga ada jalan lain selain kita bunuh suamimu. Kita juga bisa nikah dan bebas sayang. Sembari mendaratkan kecupan merekah di bibir sri.

SRI
kalo terbongkar... penjara taruhannya...

HERMANTO

Ya iyalah...kita juga gak sebodoh itu kan..

SRI

Maksudmu?...

HERMANTO

Sini saya bisikin....

Sri mendekati Hermanto,  lalu berbisik-bisik lirih tak terdengar apa omongannya. Sementara musik keromantisan terus bertaluh-taluh mengiringi rencana busuk mereka. Selepas itu mereka melanjutkan berkaraoke ria sembari ditemani sebotol anggur merah membuat gairah malam semakin menjadi-jadi dan membawa mereka ke surga kenikmatan yang tiada tara.

Rupanya setan telah berhasil merasuki keduanya dan music itu menjadi sugesti untuk menari bersama dan tarian erotis yang diperagakan srie membuat gairah handoyo melunjak-lunjak seperti gelombang badai lautan.













KAMAR HANDOYO













    Sementara itu dalam kamar tidur jam dinding manunjukkan angka satu. Di atas Dipan tampak Handoyo sedang tertidur pulas. Karena kelelahan pikiran dan beban hidup. Srie ayu wulandari tiba dirumah dengan naik taxi sendirian. Selang sekitar 30 menit kemudian Di luar rumah tampak  seorang laki-laki dengan kepala ditutup sarung dengan membawa golok lari  sembunyi-sembunyi biar tidak dilihat orang. Kemudian lelaki itu meloncat pagar rumah Handoyo. Lalu menyusup dan mengendap-ngendap di balik pohon.

    Terdengar suara anjing menggonggong dan purnama seakan menambah lengkapnya ritual prosesi persembahan tumbal dan handoyo adalah tumbal itu.

    Angin berhembus dengan dinginnya siap menusuk ketulang insan yang berlalu lalang dijalanan. Sementara itu Hermanto terus melancarkan aksinya.

    Tak lama kemudian laki-laki itu masuk melalui cendela samping dan ternyata cendela tersebut sudah dipersiapkan oleh Srie ayu wulandari. Setelah itu hermanto menyelinap masuk ke balik kamar.

    Di dapur tampak Srie ayu wulandari sedang membuat kopi karena tau hermanto akan segera datang. Dengan mengendap-endap hermanto menuju dapur karena disitu terdengar suara srie yang sedang mengaduk kopi. Tiba-tiba hermanto mendekap srie dari belakang dan mencium lehernya. Ihhh udah donk, kan tadi di kafe udah. Kata srie sembari membalikkan tubuh dan memberikan secangkir kopi untuk hermanto.

HERMANTO

Emmm anget sayang emmuachhh hermanto mendaratkan kecupan dibibir srie yang merah merekah itu....

SRI

Ingat... target kita malam ini harus berhasil..... pokoknya dia harus mati...

HERMANTO

beres....berlagak sombong

SRI

Ayo buruan kerjakan !
Entar keburu mas handoyo bangun.

HERMANTO

siap...(menirukan gerakan tentara) tapi sebelum itu aku minta transport donk sayang!
SRI… Transpot apaan?

HERMANTO

Itutuh memberikan isyarat bahwa hermanto lagi berhasrat. Dan ingin melepaskan serta melemaskan otot-otot tegangnya. Srie pun menuruti keinginan hermanto yang lagi dipuncak gairah sahwatnya. Didapur itu Hermanto melucuti semua pakaian Sri dan burgumal tanpa busana diatas lantai. Tak jarang mereka mengganti posisi dengan berdiri dan semua terjadi bsebegitu cepatnya seakan sudah jadi keinginan diantara mereka.

Selepas meluapkan nafsu sahwatnya hermanto memakai pakaiannya kembali. Begitupun dengan sri. Sri memberikan kecupan manis yang didaratkan dikening hermanto dan ini seakan menjadi isyarat sudah waktunya hermanto untuk melaksanakan tugasnya.


    Lalu Hemanto perlahan dengan langkah perlahan tanpa suara memasuki kamar Handoyo. Sementara Srie ayu wulandari  mengintip di balik pintu kamarnya yang berhadapan dengan kamar handoyo.

Tak lama kemudian, di dalam kamar Hermanto dengan sangat bengisnya menancapkan golok ke kepala Handoyo sehingga Handoyo menggerang kesakitan. Suaranya bagai babi atau orang yang menjemput ajal. Darahnya  muncrat ke tembok dan membasahi sprei kasur tempat handoyo tidur.

     Hermanto keluar dan memanggil sri kalo dia sudah menyeleseikan tugasnya. Dan kini tugas srie untuk membuat alibi dan membersihkan barang bukti.

   Seketika itu Srie ayu wulandari terbangun dari tidurnya dengan nafas tersengal-sengal seperti atlit yang habis lari jarak jauh. Keringatnya bercucuran dan matanya terbelalak ketakutan.

Ohhh!!!

Ternyata semua itu hanya “mimpi buruk” untung saja ujarnya.

Saat itu Srie ayu wulandari terbangun dari tidurnya dengan posisi tepat di sebelah Handoyo.

SRI

Astagfirwollah huladim.....(nafas tersengal-sengal kemudian sangat perlahan kepalanya menoleh ke arah Handoyo dengan ekspresi takut, setelah melihat di sampingnya ada kertas dan sebuah polpen, lalu diambil kertas itu kemudian dibacanya:

HANDOYO

Istriku...maafkan aku kalau sekarang baru menyampaikan alasanku mengapa aku harus mengaku kepada pihak yang berwajib, jika aku pernah menggunakan uang negara untuk kepentingan pribadi dan keluargaku........

Istriku....dulu mengapa aku mengkorupsi uang negara... karena aku mengira jika kita bergelimang dengan harta... hidup kita akan akan senang...bahagia. Ternyata aku salah jalan istriku... kebahagian yang kita rasakan semu. Kita sering bertengkar hanya karena persoalan-persoalan kecil. Diantara kita makin jauh.

Kita seperti punya kehidupan sendiri-sendiri. Belum lagi kita rasanya makin rakus dan rakus dengan dunia...sebaliknya makin jauh dengan sang khaliq...

istrku belum lagi anak sulung kita yang hampir segala permintannya kita penuhi, dulu aku mengira dia akan makin pandai,  hormat, patuh dan sayang kepada kita. Tetapi apa yang terjadi... dia malah terkena narkoba...dan dia seakan-akan menjadi musuh kita.

Dan satu lagi istriku... sudah sekian lama kita ingin punya anak perempuan yang lucu, pintar dan sehat. Memang kita telah dikaruniai anak perempuan (nenangis)...tetapi istriku kesehatan mentalnya terganggu.....kita memang harus menyayanginya tapi sekaligus menjadi beban hidup kita....

Istriku... aku tidak bermaksud berburuk sangka kepada Allah....tapi lebih baik semua itu aku yakini sebagai bentuk peringatan dari perbuatan terlarang yang kita lakukan selama ini. Aku bertaubat istriku...demi allah...aku tak akan mengulangi perbuatan terlarang itu lagi...semoga Allah mengampuni dosaku istriku....

Bertobatlah sayang!!!

Sri ayu wulandari  setelah membaca itu lalu membangunkan Handoyo. Namun Handoyo sudah tidak bergerak dan hanya diam saja..

SRI

Mas...bangun mas...mas bangun mas....


Saat itu Srie ayu wulandari kaget melihat wajah Handoyo yang tiba-tiba berseri dengan bibir tersenyum.

SRI

Mas bangun mas... jangan bercanda ah mas...mas jangan bercanda mas....(lalu didekatkan telinganya sri didadanya handoyo yang tak bernafas lagi).....mas....mas....(kaget lalu didekatkan telinganya di atas dada Handoyo sekali lagi)... lo mas kamu... mulai menangis histeris dan sekencang-kencangnya.. jangan tinggalkan aku mas....(Srie ayu wulandari langsung mencium tangannya setelah di disendekapkan di atas dadanya. Srie masih menangis dan tetap menagis hingga air matanya sudah tak mampu menitikkan air mata lagi.









KEPERGIAN HANDOYO UNTUK SELAMANYA

















Di ruang tengah tampak Handoyo terbujur kaku di atas Dipan lengkap dengan kain kafannya dengan diselimuti beberapa helai jarik. Wajahnya ditutup kain putih transparan. Banyak tamu duduk tersimpuh di atas lantai. Wajah-wajah tamu tampak sedih. Sanyup-sayup terdengar suara mengaji surat Yasin.

Sementara Srie ayu wulandari, anak laki dan anak perempuannya duduk persis di samping kanan kiri kepala Handoyo. Di wajah mereka tampak sedih dan sayu. Sesaat kemudian Srie ayu wulandari perlahan membuka kain transparan yang menutupi wajah Handoyo. Wajah Handoyo tampak berseri dengan bibir tersenyum. Seakan sebagai simbol dia sudah damai ada di taman surga ilahi.

SRI :
lihat nak...wajah bapakmu....berseri dan bahagia sekali...insya allah bapakmu menjadi kekasih Allah.....semoga diampuni dosanya... dan insya allah kelak akan masuk surga .... ucap srie kepada Anak Sulungnya  dengan lirih.
Begitupun anak srie, mata merahnya sesekali menitikkan air mata mengiringi kepergian  handoyo untuk selama-lamanya.
Penyesalan srie tampak begitu dalam. Kesedihannya tak akan mampu untuk membangunkan handoyo agar bangkit dan hidup lagi. Sikecil yang autis itu, masih tak mengerti dengan apa yang menyebabkan ayahnya pergi untuk selamanya. Tapi gadis itu juga tak bisa dipungkiri bahwa dia juga ingin menjerit dan protes kepada tuhannya karena ayah yang dia cintai pergi meninggalkannya untuk selamanya. Namun jeritannya hanya bisa diucapkan dalam hati.



---TAMAT –
Read more...
 
PERPUSTAKAAN SUKOREJO © 2014 | Designed By Blogger Templates