Minggu, 20 Maret 2016

LITERASI BERSAMA SURYA

0 komentar
Reportase : Aulia Nur Sahlina
Mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Airlangga Surabaya
APA yang ada di pikiran ketika mendengar kata literasi? Banyak yang beranggapan literasi itu hal yang membosankan dan tak perlu diperhatikan terlalu dalam.
Modernisasi yang menawarkan segalanya serba mudah dan instan, menyisipkan dampak yang membawa masyarakat menuju pemikiran serba instan sekaligus menggiring pada keengganan untuk membaca. Padahal, kita tidak bisa menulis tanpa membaca, dan tidak bisa membaca tanpa adanya tulisan.
Idealnya, dengan teknologi bisa dimanfaatkan maksimal untuk semakin menggiatkan aktivitas literasi, mengingatkan betapa banyaknya manfaatnya berliterasi.

Inilah salah satu alasan yang melatari Harian Surya mengadakan sharing bersama jurnalisme warga (Citizen Reporter), Sabtu, 19 Maret 2016 di Kantor Harian Surya  Surabaya, bersama mahasiswa dan anggota Taman Ilmu Masyarakat (TIM) Sidoarjo.
Sharing kali ini yang dipandu Adi Sasono, manajer liputan Harian Surya dan Tri Hatma, editor rubrik Citizen Reporter Harian Surya, menitikberatkan pada apa yang harus dilakukan agar menjadi penulis yang baik dan menulis yang baik agar mudah dipahami pembaca.
Antusiasme ditunjukkan peserta dengan mengajukan pertanyaan seputar EYD, netralitas jurnalis, editorial, membuat tulisan yang baik dan menarik, jika ide buntu, dan masih banyak lagi. Salah satu peserta, Firosa Faizati, menyarankan agar acara seperti ini lebih sering diadakan dengan agenda yang lebih intensif lagi. Misalnya, peserta diajak membuat tulisan dengan tema-tema tertentu.
Testimoni manfaat literasi disampaikan Evie Suryani, penulis, pegiat dan pengajar literasi ini juga berbagi tip menulis dan menarik manfaat dari menulis. Pun Fauzi Baim, penulis otodidak yang ulet dan setia berliterasi.
Pengakuan lain dipaparkan Rahadian Bagus Priyambodo, reporter Harian Surya yang bisa terbang ke Frankurt Book Fair 2015 gara-gara berliterasi.
“Karena berliterasi itu tak mengenal kasta, siapa saja bisa menulis apa saja,” yakin Evie Suryani, yang ikut serius menyemangati peserta untuk tidak pernah menyerah menulis.
Usai rehat salat dan makan, panitia memberi kesempatan peserta untuk mengambil tiga buku per orang. Tak tanggung-tanggung, doorprize berupa tiket nonton gratis di bioskop Tunjungan 21 Surabaya dan menginap di Hotel Sahid, Surabaya.
Wow, sungguh sabtu seru belajar literasi bersama Harian Surya...
Sumber harian surya.
Read more...
Sabtu, 27 Februari 2016

NGEBLOG BARENG PERPUS TIM

0 komentar


Alhamdulilah, acara pelatihan pembuatan Blog hari ini tanggal 02/27/2016 berjalan dengan lancar. Adapun peserta yang mengikuti pelatihan ini totalnya berjumlah 14 orang. Untuk kedepannya para peserta diharapkan mampu menggunakan sarana blogger sebagai media publikasi atas segala kegiatan yang dilakukan para peserta.















Untuk acara kali ini dipandu oleh masternya blogger saudara Much Wakhid Mabrur dari Jombang yang kebetulan juga salah satu pengembang budaya baca di daerahnya. Untuk acara kegiatan kali ini kita disupport penuh oleh Kantor perpustakaan dan Arsip Kabupaten Sidoarjo, Dea Wijaya Hotel, Navanda klinik, dan lembaga sosial Bustanul Hikmah.

Melihat antusias para peserta, kita yakin semua akan bisa mengembangkan materi yang sudah didapatkan dalam pelatihan pembuatan blog ini, karena prosesnya sangat mudah, yang penting para peserta mau terus mengembangkan apa yang sudah diberikan.




Muhammad fauzi selaku ketua Perpustakaan Taman Ilmu Masyarakat akan menjadikan agenda pelatihan semacam ini untuk menjadi agenda rutin tahunan seperti tahun-tahun sebelumnya, mengingat pelatihan semcam ini sangat penting untuk selalu diadakan.

Read more...
Minggu, 14 Februari 2016

ODOJ SIDOARJO

0 komentar

 Alhamdulilah, hari ini 2/14/2016 saya bisa ikut ngaji bareng rekan-rekan ODOJ SIDOARJO yang acaranya digelar di pendopo Alun-Alun Sidoarjo. Dalam acara ini, saya sebagai tamu undangan yang tentunya orang baru dan tidak tau lebih mendalam. Berbekal keberanian dan sedikit wawasan keagamaan saya mengiyakan ketika ada ajakan untuk jadi tamu dalam acara tersebut.



Malu dan agak canggung karena belum terbiasa berkumpul dalam komunitas keagamaan yang dimana mereka adalah orang-orang special bagi saya, betapa tidak ditengah hiruk pikuk keramaian alun-alun sidoarjo dengan gegap gempitanya, mereka tetap bisa melantunkan ayat suci Al-quran. 


Ini merupakan pengalaman yang sangat special bagi saya, bisa bertemu dengan banyak orang baru yang punya komitmen untuk mensosialisasikan pentingnya membaca Al-quran. Tidak hanya sampai disitu, saya juga menerima aneka buku bacaan yang dihibahkan oleh teman-teman.


Tidak ada yang bisa saya sampaikan selain rasa syukur kepada Ilahi robby atas segala nikmat dan anugrahnya.




Read more...
Senin, 23 November 2015

UMK

0 komentar
Berbicara mengenai UMK, kemarin telah resmi diumumkan tentang upah minimum untuk wilayah Jawa timur oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo di Surabaya pada Sabtu (21/11/2015) dini hari. Dari situ bisa diketahui untuk besaran upah minimum kabupaten/kota (UMK) untuk 38 kabupaten/kota yang berlaku per 1 Januari 2016. Peresmian besaran nilai UMP itu tertuang melalui Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 68 Tahun 2015 tentang Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) di Jawa Timur Tahun 2016 tertanggal 20 November 2015. 

       Adapun (UMK) tertinggi adalah Kota Surabaya sebesar Rp 3.045.000, diikuti Kabupaten Gresik Rp 3.042.500, Kabupaten Sidoarjo Rp 3.040.000, Kabupaten Pasuruan Rp 3.037.500, serta Kabupaten Mojokerto Rp 3.030.000. Di susul dengan ( UMK) Kabupaten lain yang nilainya semakin kecil.

       Gaung demonstrasi sudah tidak terdengar keras lagi setelah diumumkannya nilai UMK tersebut. Hal ini berbeda dengan suasana ketika jauh hari sebelum ditentukannya nilai UMK, dimana banyak kaum buruh yang menuntut nilai UMK yang lebih besar. Mungkin, kaum buruh sudah merasa puas dengan ketetapan Gubernur Jawa timur Soekarwo tersebut. Sehingga para kaum buruh sudah tidak mengadakan demo dengan gelombang besar untuk menuntut nilai UMK yang lebih besar lagi.

    Diluar konteks yang saya sebutkan diatas “UMK” namun masih tetap berhubungan dengan gaji, yaitu perihal insentif untuk pengelola Perpustakaan Desa. Selama ini para pengelola Perpustakaan hanya sebatas dianggap relawan yang dimana mereka hanya mendapatkan insentif yang nilainya jauh lebih kecil dari UMK yang ada di wilayah Jawa Timur.

     Untuk besaran insentif para Pengelola Perpustakaan desa, besarannya berbeda-beda yaitu tergantung pada kebijakan masing-masing kepala Desa. Adapun insentif yang ada diwilayah Sidoarjo, masih ada pengelola Perpustakaan yang insentifnya tidak lebih dari 200 ribu. Dan selama ini mereka tidak mampu untuk menyuarakan keinginan mereka guna mendapatkan insentif yang lebih layak lagi. Karena mereka juga tidak tahu harus kemanakah mereka berorasi dan berunjuk rasa seperti kaum buruh yang menuntut kenaikan UMK.

      Perihal insentif, seharusnya ada aturan yang jelas minimal nominalnya sama dimasing-masing wilayah kabupaten seperti halnya UMK. Karena mereka bisa dikatakan bekerja mencerdaskan masyarakat melalui buku dan kegiatan lain yang mereka berikan melalui perpustakaan. Namun alangkah naifnya jika anda tahu, bahwa insentif mereka rata-rata begitu kecil. Apakah yang demikian itu layak untuk biaya hidup?. Tentunya tidak, namun mereka tak mampu menuntut. Karena mereka sendiri tidak tahu harus demo kemana dan pada siapa.

Para Pengelola Perpustakaan ini hanya bisa pasrah dan menerima apa yang telah diberikan oleh Pemerinatah Desa melalui ADD. Walau nilainya sangat kecil dan sangat jauh dari kata layak akan tetapi dengan iming-iming mendapatkan ‘’KMS’’ Kartu Menuju Surga para pengelola ini masih tetap menjalankan tugasnya dengan baik. Tapi apakah benar sudah minim sekali kepedulian dari pemutus kebijakan yang mengatur perihal insentif ini. Minimal memberikan insentif setengah dari UMK itu dah bagus menurut saya.

Adapun salah satu faktor tidak berkembangnya perpustakaan desa  bisa dikatakan karena kecilnya insentif yang diberikan Pemerintah desa kepada pengelola Perpustakaan. Para pengelola ini juga terkadang menilai menjadi pengelola hanya semacam kegiatan sosial biasa, yang membutuhkan keihklasan tinggi. Bahkan tak jarang pengelola perpustakaan yang ada di desa sering berganti orang yang mengelola, karena pengelola sebelumnya harus mencari pekerjaan yang lebih layak dari segi gaji.

Sungguh sangat ironis sekali, disaat pemerintah gembar-gembor menyuarakan budaya literasi dan peningkatan minat baca. Tapi para pengelola didalamnya tidak ada perhatian dari segi insentif. Saya yakin walau insentifnya kecil, atau tidak ada sekalipun, pengembangan budaya baca masih tetap bisa berjalan karena mereka tulus mengembangkan budaya baca. Tapi saya yakin pula bahwa ketika para pengelola mendapatkan insentif layak, maka kinerja mereka akan lebih maksimal lagi, karena mereka sudah tidak lagi terbebani memikirkan cara mencari untuk pemenuhan kebutuhan hidup. Karena mereka sudah mendapatkan insentif layak, jadi mereka bisa lebih fokus dalam kegiatan pengembangan budaya baca.

Untuk masalah insentif pengelola Perpustakaan, kota Surabaya bisa dijadikan rujukan. Karena Surabaya satu-satunya kota yang memberikan insentif layak yaitu besarannya sesuai dengan UMK Surabaya. Jika memang daerah lain belum mampu sama, setidaknya besarannya juga sama dengan mengacu pada UMK masing-masing daerah. Saya yakin, jika memang Surabaya bisa, maka tidak menutup kemungkinan daerah lain juga bisa sesuai dengan batas kemampuan masing-masing daerah.

Tapi yang saya temui realitanya, masih belum ada daerah diluar Surabaya yang bisa memberikan setengahnya saja dari UMK masing-masing wilayah untuk insentif para pengelola  Perpustakaan desa. Dan inilah yang sering menjadi pertanyaan kami para pengelola Perpustakaan desa, apakah memang betul daerah kita tidak mampu menggaji kita dari setengahnya UMK saja, ataukah sudah tidak peduli pada gerakan pengembangan budaya baca dan lebih menjadikan Perpustakaan sebagai pelengkap program pemerintah semata.
Read more...
Senin, 02 November 2015

GADIS CANTIK PENGEMBANG BUDAYA BACA

0 komentar
Namanya Ismi fadhilah, gadis muda yang baru berumur 19 tahun belum genap. Namun aksinya patut untuk diacungi jempol, mengingat dia mampu menjalankan aksinya menebar budaya baca di Desa sekitarnya walau hanya dengan fasilitas yang seadanya.



Dengan menggunakan sepeda angin dan gerobak kecil yang ada diboncengannya dia berkeliling menjajakan aneka buku bacaan gratis yang siap dibaca anak-anak yang lagi asik bermain disalah satu teras tetangganya.

snapshot_130 snapshot_131

Ismi merupakan sosok yang sangat patut diacungi jempol, karena tidak hanya berkeliling menjajakan aneka bacaan, dia juga memberikan bimbel dan mengajar mengaji dirumahnya. Untuk bimbel dan mengaji semua bersifat gratis, namun ada juga yang memberikan dana sukarela untuk apa yang telah dia lakukan.

DSC00755[1] snapshot_134

Adapun anak-anak yang mengaji atau ikut bimbel jumlahnya sekitar 15 anak, dan pelaksanaan bimbel ini selepas magrib hingga selesei. Ismi fadhilah gadis yang tinggal di dusun buaran desa keboguyang kec jabon kab sidoarjo dia sangat menaruh harapan besar agar anak-anak diwilayahnya bisa kian cerdas melalui program yang dia lakukan yaitu melalui bacaan yang ada di perpustakaan yang dikelolanya dan juga bimbel yang ia berikan.


Untuk saat ini koleksi buku yang dimilikinya baru sekitar 150 eksemplar dan ini baginya sudah banyak karena untuk menambah koleksi buku bacaan sangat sulit bagi ismi yang sama sekali tidak bisa menggunakan akses internet, apalagi meminta-minta kepada simpatisan diluar daerah. Semua itu disebabkan tidak adanya fasilitas internet dan juga fasilitas pelengkap lainnya. Dan dia sangat menaruh harapan besar jika ada orang yang peduli terhadap aksinya, tentunya dengan menyedekahkan  buku-buku bacaan untuk perpustakaannya.


Namun dia mengucapkan syukur setidaknya didaerah dia tinggal, anak-anak masih belum terlalu terkontaminasi dengan gatget, setidaknya ini bisa mempermudah dia dalam mengembangkan budaya baca tukasnya.
Untuk melihat salah satu aksi nyatanya anda bisa KLIK DISINI.

Jangan lupa LIKE dan SHARE jika anda terinspirasi biar semakin banyak yang peduli pada orang-orang seperti mereka.
Jangan lupa mampir disini ya http://www.perpustim.blogspot.com/

Read more...
Minggu, 25 Oktober 2015

PEMILIHAN TOP MODEL SIDOARJO

0 komentar
FESTIVAL PEMILIHAN TOP MODEL SIDOARJO 



DSC00538Minggu 10/25/2015 Alhamdulilah bisa melihat langsung digelarnya acara pemilihan top model batik yang digelar oleh KNPI sidoarjo. Dalam acara tersebut di ikuti peserta sebanyak sekitar seratusan lebih dengan beberapa kategori.


Diatas karpet itu, para peserta berlengak-lenggok duh betapa lucunya ketika anak-anak kecil usia TK berlagak bagaikan pragawati senior.


Adapun digelarnya acara ini oleh KNPI sidoarjo bertujuan untuk  mengangkat  potensi ekonomi kreatif melalui hijab batik. Potensi batik sebagai karya asli bangsa Indonesia tetap terus sukses sebagai aset produktif masyarakat,” ungkap Ari suryono sebagai ketua KNPI sidoarjo.
DSC00536


Lebih jauh,  Ari Suryono menyatakan, KNPI Sidoarjo berkomitmen pada upaya pengembangan komunitas kreatif dan ekonomi kreatif di kabupaten Sidoarjo. KNPI support usaha pengembangan komunitas serta ekonomi kreatif dalam menghadapi masyarakat ekonomi Asean . Berkarya secara kreatif dan inovatif akan digelar KNPI Sidoarjo,” ujar ketua KNPI yang juga kabag kerjasama ini.



Masih dalam acara itu, saya mendapati ada beberapa stand yang menyediakan aneka buku bacaan, kosmetik dll yang turut memeriahkan digelarnya acara ini.

Read more...

PERPUSTAKAAN BINAAN TIM

0 komentar
DSC00542 Hampir tiap seminggu sekali saya sempatkan untuk berkunjung kesalah satu perpustakaan TIM  binaan yang ada di dusun buaran desa koboguyang kec jabon sidoarjo ini. Di sekitar perpustakaan saya dapati anak-anak kecil yang lagi asyik bermain sepak bola..

Pemandangan ini  merupakan pemandangan yang jarang sekali saya temui diwilayah sekitar rumah saya. Karena diwilayah saya, anak-anak seusia mereka sudah pada asik pegang gadget semua.

DSC00550

Begitupun ketika berbicara tentang minat baca, minat mereka sebenarnya sangatlah tinggi. Hal itu saya dapati hanya dengan sekali ajakan mereka langsung berlarian masuk kedalam perpustakaan kecil yang koleksinya tak seberapa itu.


Hati saya sungguh tersentuh, melihat semangat mereka yang membaca sembari menceritakan ulang kepada teman yang juga datang untuk membaca. Namun kemampuan saya sunguh sangat terbatas, tapi sesuai dengan komitmen saya ketika menjalin kerjasama dengan ketuanya yaitu imadul mar’ah untuk proses pendirian perpustakan ini beberapa bulan yang lalu.


DSC00544


Saya hanya bisa katakan kepada pengurusnya, insya allah saya akan upayakan untuk bisa mendapatkan bantuan buku baru yang sesuai dengan segmen pembacanya, yaitu anak-anak. Disamping itu, daerah ini juga sangat layak dibantu, mungkin melalui buku-buku karena wilayah mereka merupakan area terdampak LUMPUR LAPINDO.




DSC00556


Ada juga keterbatasan lain yaitu mereka tidak memiliki akses internet atau alat dokumentasi agar bisa publikasi kepada khalayak luas tentang perpustakaan mereka, dan saya hanya bisa bantu publikasi, itupun ketika saya berkunjung saja. Sebab saya baru bisa dokumentasikan apa yang terjadi di perpustakaan itu.



Read more...
 
PERPUSTAKAAN SUKOREJO © 2014 | Designed By Blogger Templates